Minum Jamu Saat Berbuka Puasa Bantu Kurangi Lemak Tubuh

Ada  sejumlah cara menjaga imunitas tubuh selama puasa di bulan Ramadan. Seperti yang direkomendasikan dari Perhimpunan Alergi-Imunologi Indonesia 2020, di antaranya tidur yang cukup, diet segat bergizi seimbang, hindari merokok, kurangi stres psikologis, latihan fisik teratur, hindari minum alkohol, vaksinasi, dan jaga kebersihan.

Selain itu, upaya menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi jamu juga dianjurkan. Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia Dokter Inggrid Tania mengatakan di dalam jamu terdapat kandungan yang dapat meringankan gejala dan mempercepat penyembuhan.

Menurut Inggrid, jamu banyak mengandung zat-zat antioksidan yang berfungsi sebagai penguat sistem imun, kemudian juga dapat mengurangi peradangan-peradangan yang ada di tubuh, mengurangi kadar lemak, menstabilkan gula darah, dan menstabilkan tekanan darah. “Sebenarnya hampir semuanya jenis jamu bagus. Mulai minum kunyit asam, beras kencur, sereh, dan lemon bagus,” imbuhnya.

Di bulan Ramadan ini, jamu tetap bisa dikonsumsi sebanyak 2 kali sehari yakni pada saat sahur dan berbuka puasa. Saat berbuka, karena sebelumnya perut kita sudah kosong selama berjam-jam Inggrid menganjurkan minum jamu setelah takjil atau air putih.

“Setelah air putih bisa asupan glukosa, misalnya kurma. Setelah kurma mungkin kita makan takjil yang lain seperti arem-arem atau tahu isi, dan tidak berlebihan, kemudian setelah itu bisa minum jamu karena jamunya sendiri akan membantu mengurangi kandungan lemak berlebihan pada saat kita mengonsumsi takjil,” jelas Inggrid dalam Kuliah Whatsapp bertema Menjaga Daya Tahan Tubuh dengan Konsumsi Jamu, Selasa 28 April 2020.

Inggrid juga mengingatkan jika selama mengonsumsi jamu terdapat keluhan nyeri lambung, sebaiknya minum jamu atau herbal tersebut diminumnya sesudah makan. “Kecuali kalau pada saat sahur tidak ada keluhan lambung maka bisa diminum duluan sebelum makan sahur. Kalau ada keluhan lain seperti kadar kolesterol darah lagi tinggi itu malah bagus mengonsumsi jamu, karena hampir semua jamu bisa menurunkan kolesterol,” tambahnya.

Source : tempo