Alang–Alang : Pengganggu Yang Banyak Manfaat

Alang-alang menyebar alami mulai dari India hingga ke Asia timur, Asia Tenggara, Mikronesia dan Australia. Kini alang-alang juga ditemukan di Asia utara, Eropa, Afrika, Amerika dan di beberapa kepulauan. Karena bersifat invasif dan sangat mudah menyebar dan tumbuh, alang-alang dianggap sebagai tanaman pengganggu. Alang – alang biasa dibabat untuk dijadikan pakan ternak. Namun akar dari alang – alang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, serta memiliki rasa manis yang nikmat untuk diminum.

 

Alang-alang mengandung manitol, glukosa, sakharosa, citric acid, malic acid, cylindrin, fernenol, coixol, arundoin, anemonin, simiarenol, damar, logam alkali, dan asam kersik.­ Kandungan diatas menjadikan tanaman ini sebagai penurun panas atau antipiretik , meluruhkan kemih atau kemampuan diuretik, menghentikan pendarahan yang juga biasa dikenal dengan kemampuan hemostatik, dan menghilangkan keluhan tenggorokan kering.

 

Pengolahan akar alang-alang untuk minuman obatpun sangat mudah, hanya perlu direbus dan diberi sedikit gula merah / gula batu (sesuai selera), lalu siap untuk dikonsumsi.

 

Dosis untuk obat epistaksis (mimisan) :

30 gram akar yang masih segar, cuci bersih, lalu rebus bersama 3 gelas air dan tunggu sampai airnya tersisa 1 gelas. Airnya bisa diminum langsung jika sudah tidak terlalu panas.

 

Sumber :

Wikipedia, Prof. Dr. M. Sudomo. BULLETIN OF HEALTH RESEARCH

 

3 comments

  1. Susanti

    Padat dan berisi, ditunggu artikel berikutnya, semoga bisa menjadi bahan referensi.

  2. Nurlaila

    Artikelnya bermanfaat sekali, boleh nemu dari google, semoga bisa jadi bahan refensi, ditunggu artikel selanjutnya

  3. Fitri

    Hai sob, saya paling suka dengan artikelnya, sangat bermanfaat dan bisa jadi bahan referensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.